
Dokumentasi
Tanggal: 2023-08-23
Tim Asisten Deputi Migas, Pertambangan, dan Petrokimia dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengunjungi Sentra Percontohan Pengolahan Mineral (SPPM) tekMira di Kota Bandung, pada tanggal 15 Agustus 2023. Lokasi SPPM TekMira terletak Jl. Raya Cipatat No. 501 Km 31, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat Kunjungan tersebut merupakan bagian dari serangkaian pelaksanaan Rapat Koordinasi Konsepsi Penelitian Pemanfaatan Unsur Logam Tanah Jarang (LTJ) di BBPMB Tekmira yang dipimpin Bapak Dida Gardera, Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa, dan Sumber Daya Alam. SPPM tekMIRA saat ini telah berhasil melakukan riset ekstraksi pengolahan residu Bauksit (Red Mud) menjadi produk bernilai tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri hilir mineral strategis Logam Tanah Jarang (LTJ) dan memberikan manfaat yang luas baik di sektor industri, penciptaan lapangan kerja, dan perbaikan lingkungan melalui pengelolaan limbah Red Mud yang saat ini tergolong limbah B3 menjadi Non B3. SPPM TekMira memiliki luas tanah sebesar 19.517 m2 dan luas bangunan 3.662 m2 serta dilengkapi beberapa fasilitas riset diantaranya Pilot Plant Hidrometalurgi, Pilot Plant Pirometalurgi, Pilot Plant Sianida Emas, Pilot Plant Bentoni/Zeolit, Pilot Plant Bauksit dan Pilot Plant Pupuk. Hasil riset SPPM TekMira membuktikan bahwa residu bauksit mengandung LTJ yang sangat bernilai tinggi, yakni Scandium (Sc) (harganya lebih mahal dari emas). Pemanfaatan Sc dalam paduan alumunium dapat meningkatkan kekuatan logam paduan hingga 1500% dan meningkatkan ketahanan terhadap korosi. Terdapat pula kandungan unsur besi yang cukup besar dari residu bauksit menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku industri besi baja. Selain besi, residu bauksit yang juga kaya akan kandungan SiO2-Al2O3 dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan mineral wool/rockwool: penahan/insulator panas dan material kedap suara (acoustic insulation). Selain residu Bauksit, diperkirakan residu mineral lainnya juga mengandung unsur LTJ yang bisa diolah dan dimanfaatkan lebih lanjut. LTJ banyak digunakan pada produk elektronika (layar CRT, PDP, dan LCD) dan energi hijau mulai dari bidang kesehatan, otomotif, penerbangan, hingga industri pertahanan. Dengan adanya potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah di Indonesia, dan hasil Riset yang telah dilakukan TekMira diharapkan dapat menjadi motor penggerak program hilirisasi mineral berjalan dan berkelanjutan. Melalui kebijakan hilirisasi dan sinergi serta kolaborasi semua pihak diharapkan komoditas hasil riset dapat diaplikasikan dari skala pilot plant menjadi skala industri atau skala komersial.