
Dokumentasi
Tanggal: 2023-08-14
Dalam upaya pendistribusian pelaksanaan program subsidi tepat sasaran produk BBM (Bahan Bakar Minyak) yakni Produk BBM JBT (Jenis BBM Tertentu) dan JBKP (Jenis BBM Khusus Penugasan). Deputi Koordinasi Pengembangan Usaha BUMN, Riset dan Inovasi diwakili oleh Tim Asisten Deputi Migas, Pertambangan dan Petrokimia. Telah melakukan kunjungan serta monitoring dan evaluasi ke Fuel Terminal Pangkal Balam dan SPBU PT. Pertamina Patra Niaga di Provinsi Bangka Belitung, pada tanggal 11 Agustus 2023. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terdapat tiga lokasi Fuel Terminal yang dioperasikan oleh PT. Pertamina Patra Niagra, yaitu Fuel Terminal Belinyu, Fuel Terminal Pangkal Balam, dan Fuel Terminal Tanjung Pandan. Keberadaan ketiga Fuel Terminal ini merupakan bagian integral dari infrastruktur distribusi BBM yang dimiliki oleh PT. Pertamina Niagra Patra di wilayah tersebut. Pada bulan Agustus 2023, total penyaluran BBM ke wilayah Kepulauan Bangka mencapai 1.605 KL/Hari (Kilo Liter), sementara di Pulau Belitung, jumlah penyaluran BBM mencapai 609 KL/Hari (Kilo Liter). Pendistribusian BBM ini adalah bukti konkrit dari upaya PT. Pertamina dalam memastikan pasokan energi yang stabil dan memadai bagi masyarakat di dua pulau ini. Implementasi penyaluran BBM subsidi yang tepat sasaran, dimulai dengan uji coba sejak tanggal 21 Februari 2022 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah berhasil dilaksanakan dengan optimal dan efektif oleh penduduk setempat serta pelaku industri. Penerapan skema subsidi tepat sasaran ini diimplementasikan melalui mekanisme pembelian BBM dengan memanfaatkan QR Code, di mana sebelumnya kendaraan dan identitas pengguna telah terdaftar dalam aplikasi myPertamina. Upaya ini tidak hanya menghasilkan manfaat nyata dalam memastikan subsidi BBM diterima oleh yang membutuhkan secara akurat, tetapi juga berkontribusi pada kelancaran kegiatan ekonomi di wilayah tersebut. Selain itu, koordinasi dan manajemen yang optimal dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) oleh PT. Pertamina kepada masyarakat juga telah membuka jalan bagi kelancaran distribusi BBM bersubsidi. Pendekatan ini memastikan pasokan BBM bersubsidi sampai kepada mereka yang memerlukan dengan efisien dan akurat, sehingga penyaluran ini mencapai sasaran yang tepat, dan secara lebih baik memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam paparan juga disampaikan, terdapat beberapa poin yang diidentifikasi sebagai kebutuhan yang perlu diperhatikan oleh PT. Pertamina, hal ini nantinya akan ditindak lanjuti oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Dan, beberapa di antaranya mencakup: Penambahan kuota Biosolar JBT tahun 2023; Regulasi untuk pembelian produk pertalite JBKP R2; Regulasi untuk pembelian produk pertalite JBT & JBKP R4 dan Regulasi untuk pembelian produk pertalite JBKP Non Kendaraan. Dengan upaya yang optimal dan efektif, program ini tidak hanya memastikan pasokan energi yang tepat sasaran, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan perekonomian daerah.