Kegiatan Deputi 4


Beranda | | Halaman Berita

Dokumentasi

Kunjungan Kerja Plt. Deputi Koordinasi Pengembangan Usaha BUMN, Riset & Inovasi dalam Operasi Terminal BBM dan Peninjauan Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kalimantan Timur

Tanggal: 2023-07-04

Kunjungan Kerja Plt. Deputi Koordinasi Pengembangan Usaha BUMN, Riset & Inovasi dalam Operasi Terminal BBM dan Peninjauan Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kalimantan Timur

Sebagai upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional serta mengurangi ketergantungan impor, pengembangan kilang minyak di dalam negeri menjadi infrastruktur kunci yang penting untuk menjaga stabilitas perekonomian dengan memastikan ketersediaan energi, terutama Bahan Bakar Minyak (BBM). Bapak Elen Setiadi, selaku Plt. Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha BUMN, Riset dan Inovasi­, melakukan kunjungan ke area operasi Terminal BBM Samarinda dan melaksanakan peninjauan pada salah satu proyek pengembangan kilang minyak yaitu Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, pada tanggal 25 Juni 2023. Kunjungan Bapak Elen Setiadi dimulai dengan mengunjungi area operasi Terminal BBM di Samarinda yang dikelola oleh PT Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan PT Pertamina (Persero). Tujuan kunjungan ini adalah untuk memantau kelancaran penyaluran BBM bersubsidi yaitu Pertalite dan Solar, sesuai dengan kuotasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah serta implementasi Mandatori B35. Sebagaimana kita ketahui, B35 adalah campuran Biodiesel dalam Solar dengan perbandingan 35:65 yang merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan di Indonesia. “Dengan melaksanakan monitoring ini, kami berharap dapat memastikan bahwa penyaluran BBM bersubsidi dan implementasi B35 berjalan lancar, efisien, dan mampu memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.” ungkap Elen Setiadi, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha BUMN, Riset dan Inovasi­, saat melakukan kunjungan di area operasi Terminal BBM di Samarinda untuk melihat sarana dan parasarana yang ada di TBBM. Terminal ini memiliki luas area yang cukup besar dan mampu menampung total kapasitas BBM mencapai 19 ribu KL yang terdiri dari produk Pertamax, Pertalite, BioSolar, dan Pertamax Turbo. Saat ini, TBBM Samarinda telah mendistribusikan BBM ke 9 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara melalui infrastruktur logistik yang disesuaikan menggunakan moda transportasi darat, laut, dan udara. Selain memastikan penyaluran BBM bersubsidi, pihak terkait juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) dalam penyimpanan dan penyaluran BBM kepada masyarakat. Dalam kunjungan ini, apresiasi diberikan kepada PT Pertamina Patra Niaga yang telah melaksanakan penyaluran BBM ke seluruh wilayah di Indonesia termasuk wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Upaya ini merupakan untuk mendukung kemudahan akses energi yang merata, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi di daerah tersebut. Pemerintah telah berkomitmen untuk terus memantau serta mengkoordinasikan kebijakan penyaluran BBM demi keberlanjutan sektor energi di Indonesia. Selanjutnya, kunjungan dilanjutkan dengan melakukan peninjauan pada proyek pengembangan kilang minyak yakni Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Proyek ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dilaksanakan oleh PT Kilang Pertamina Internasional, anak perusahaan PT Pertamina (Persero), dengan total investasi mencapai USD 7,4 milar. Proyek RDMP ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan yang semula 260 kbpd menjadi 360 kbpd dengan peningkatan kualitas dari Euro II menjadi Euro V. Selain memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri, Kilang Balikpapan juga akan memproduksi produk petrokimia yaitu Propylene sebesar 225 ktpa sebagai feedstock untuk New Polypropylene (PP) Balongan sebagai pengganti produk impor. Proyek ini telah memperoleh dukungan pendanaan sebesar USD 3,1 miliar dari Export Credit Agency (ECA) dan Commercial Banks. Hal ini menjadikan Proyek RDMP sebagai proyek kilang pertama di Indonesia yang didanai oleh ECA. Dalam kunjungan ini, pemerintah menegaskan komitmennya dalam mendukung keberhasilan Proyek RDMP karena dapat memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi daerah, penyerapan tenaga kerja, serta TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang ditargetkan mencapai 30-35%. “Kita semua menyadari pentingnya menyelesaikan proyek ini sesuai dengan target yang ditetapkan apalagi Proyek RDMP ini adalah PSN. Saya yakin bahwa untuk mencapai target tersebut, Pertamina tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan dukungan penuh dari seluruh stakeholders yang terkait agar proyek ini dapat berjalan dengan lacar dan mampu memberikan manfaat untuk ketahanan energi nasional dan pertumbuhan perekonomian” pungkas Elen Setiadi. Dengan capaian progres sebesar 74,36% pada minggu ketiga bulan Juni 2023, PSN ini ditargetkan selesai secara bertahap pada tahun 2023-2024 dan dapat segera memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.