
Dokumentasi
Tanggal: 2023-06-26
Pada hari Selasa, tanggal 20 Juni 2023, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, dengan didampingi plt. Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara, Riset, dan Inovasi, Elen Setiadi, melaksanakan Project Inauguration And Soil Turning Ceremony Aspen Medical – Sanusa Medika Hospital di Kota Depok. Turut hadir dalam acara tersebut adalah Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Duta Besar Australia untuk Republik Indonesia, Penny Williams PSM, CEO Sanusa Medika, Andrew Rochford, Executive Chairman Aspen Medical, Glen Keys, dan perwakilan pemerintah Kota Depok. Pemerintah secara sungguh-sungguh mengapresiasi pelaksanaan proyek ini yang dapat mempererat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Australia. Pelaksanaan proyek ini juga merupakan bukti konkret dari hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali yang berlangsung pada tahun sebelumnya. Kesepakatan kerja sama berupa investasi senilai USD 1 miliar dari Australia melalui Aspen-Docta di Indonesia akan digunakan untuk pembangunan 23 rumah sakit internasional dan 650 klinik dalam periode 20 tahun mendatang. “Dengan target pembangunan 23 Rumah Sakit Internasional dalam periode 20 tahun mendatang, kita harus mempercepat pembangunan agar dapat mencapai tujuan tersebut,” ungkap Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia saat memberikan pidato dalam acara Project Inauguration And Soil Turning Ceremony Aspen Medical – Sanusa Medika Hospital di Kota Depok. Rumah sakit internasional yang akan dibangun sebagai bentuk kerja sama ini akan menyediakan fasilitas kesehatan bertaraf internasional, termasuk kapasitas diagnosa, serta 4 (empat) center of excellence untuk penyakit khusus, yaitu brain and stroke, heart and cardiac, rehabilitation and geriatric medicine. Kerja sama antara Australia dan Indonesia ini akan memberikan efek multifier effect pada lokasi yang dipilih. Pembangunan rumah sakit berpotensi untuk menciptakan lapangan kerja di berbagai sektor, termasuk manufaktur, transportasi, logistik, administrasi dan manajemen, serta jasa pelayanan. Pembukaan kesempatan kerja ini sekaligus dapat menurunkan tingkat pengangguran, terutama dengan adanya persyaratan yang diajukan oleh Pemerintah Kota Depok mengenai minimal 20% sumber daya manusia yang bekerja di rumah sakit internasional berasal dari masyarakat Kota Depok. Rumah Sakit Internasional ini juga bertujuan untuk menarik pasar turis medis yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.