Kegiatan Deputi 4


Beranda | | Halaman Berita

Dokumentasi

Kesiapan Sarana dan Prasarana Implementasi B-35 Biodiesel: Tantangan dan Langkah Mendukung Keberlanjutan Energi

Tanggal: 2023-10-10

Kesiapan Sarana dan Prasarana Implementasi B-35 Biodiesel: Tantangan dan Langkah Mendukung Keberlanjutan Energi

Dalam rangka melaksanakan implementasi B-35 di titik serah bahan bakar nabati jenis biodiesel, Perwakilan Asisten Deputi Minyak dan Gas, Pertambangan dan Petrokimia dari Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha BUMN, Riset, dan Inovasi turut hadir dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang bertujuan untuk menutup kegiatan verifikasi dan kunjungan lapangan terkait kesiapan sarana dan prasarana yang diperlukan pada program mandatori B-35. Acara ini berlangsung di The Alana Hotel & Convention Center Sentul City Bogor, Jawa Barat pada tanggal 10 Oktober 2023. Dalam paparan yang disampaikan, disebutkan bahwa telah dilakukan survei ke empat Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM), yakni Integrated Terminal Jakarta, Fuel Terminal Tanjung Gerem, Integrated Terminal Surabaya, dan Integrated Terminal Semarang. Secara umum, kegiatan penyaluran B30 telah berjalan dengan sangat baik. Meskipun, masih terdapat sedikit kendala yang perlu diatasi, terutama terkait dengan manajemen operasional dan kemampuan operasional sistem. Sebagai tindak lanjut, Ditjen ETKE-ESDM akan menyampaikan rekomendasi untuk meningkatkan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan penyaluran B35. Peningkatan ini harus mampu mengakomodir pencampuran FAME yang lebih tinggi (FAME > 35%) berdasarkan peta jalan yang diusulkan Ditjen EBTKE-ESDM, sehingga langkah ini bersifat jangka panjang dan berkelanjutan. Sarana dan prasarana untuk implementasi B35 menjadi sangat penting karena hal ini akan memengaruhi kesuksesan pelaksanaan program tersebut. Dengan adanya kendala dalam manajemen operasional dan sistem, perlu dibangun atau disempurnakan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk memastikan penyaluran B35 berjalan lancar dan efisien. Hal ini menjadi langkah krusial dalam mendukung penggunaan biodiesel jenis B35, yang merupakan bagian dari upaya untuk meminimalkan dampak lingkungan dan meningkatkan keberlanjutan sektor energi.