Kegiatan Deputi 4


Beranda | | Halaman Berita

Dokumentasi

Forum Diskusi Bioshare Series#12 Bahas Upaya Pengembangan Bahan Bakar Nabati untuk Energi Bersih dan Berkelanjutan

Tanggal: 2023-10-06

Forum Diskusi Bioshare Series#12 Bahas Upaya Pengembangan Bahan Bakar Nabati untuk Energi Bersih dan Berkelanjutan

Pada Jumat, tanggal 6 Oktober, Perwakilan Asisten Deputi Minyak dan Gas, Pertambangan dan Petrokimia Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha BUMN, Riset dan Inovasi menghadiri acara Bioshare Series#12 dengan tema "Ragam Perkembangan Bahan Bakar Nabati di Indonesia." Yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE). Acara ini bertujuan untuk memfasilitasi diskusi dan diseminasi informasi terkait upaya pengembangan bahan bakar nabati yang berkelanjutan di Indonesia. Forum diskusi ini diharapkan dapat mengumpulkan masukan dan informasi berharga dari para pemangku kepentingan yang hadir terkait pengembangan bahan bakar nabati di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan bioenergi yang telah memberikan kontribusi positif dalam pengembangan bahan bakar nabati di Indonesia hadir. Asisten Deputi Minyak dan Gas, Pertambangan dan Petrokimia Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha BUMN, Riset dan Inovasi juga hadir sebagai salah satu narasumber dengan diwakili oleh Dodi Rohimat Sopiana. Menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan beberapa upaya dalam percepatan transisi energi nasional. Dan manfaat dari Implementasi Program B35 ini dapat terlihat pada Tahun 2022 dimana devisa yang dapat dihemat mencapai USD8,34 miliar / Rp122,65 triliun, sangat jauh meningkat dibandingkan Tahun 2018 sebesar USD1,89 miliar /Rp26,67 triliun (penerapan B20) serta pada Tahun 2022 nilai tambah pengolahan dari CPO menjadi Biodiesel sebesar Rp13,12 triliun. Menambahkan, Salah satu kebijakan kunci pemerintah dalam mendorong penggunaan energi bersih yang ramah lingkungan dan berkelanjutan adalah Mandatori Bahan Bakar Nabati. Pemerintah berupaya mengembangkan berbagai implementasi bahan bakar nabati untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Target pencapaian bahan bakar nabati di tahun 2025 adalah sebesar 13,9 juta kL, dan hingga tahun 2023, capaian pemanfaatan bahan bakar nabati sudah mencapai 10,5 juta kL. Namun, untuk mencapai sisa gap ini, diperlukan kerja sama dan kontribusi bersama. Indonesia telah menjadi negara pertama di dunia yang berhasil mencampurkan 35% biodiesel dan 65% minyak solar dalam Program B35. Selain itu, Pemerintah sedang berupaya mengembangkan Program Bioetanol sebagai bahan bakar alternatif dengan campuran 5% atau E5 di Surabaya, Jawa Timur. Selain itu, upaya pengembangan bioavtur untuk pesawat terbang juga telah dilakukan, termasuk uji terbang dengan bahan bakar bioavtur 2,4% atau J2,4. Pengembangan bahan bakar nabati ini telah melalui perencanaan yang matang dan uji komprehensif untuk memastikan implementasinya tepat sasaran, tidak merusak mesin kendaraan, dan berperan dalam meningkatkan ketersediaan energi yang handal dan lingkungan yang berkualitas. Namun, untuk menjaga keberlanjutan program ini, masih diperlukan upaya perbaikan dan inovasi. Bioshare Series adalah rangkaian acara yang bertujuan untuk berkomunikasi, mendidik, dan mensosialisasikan program-program pengembangan bioenergi kepada para pemangku kepentingan. Acara ini melibatkan berbagai pihak, termasuk kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, asosiasi, pelaku industri, pihak swasta, pengembang dan operator, instansi keuangan, akademisi, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Dalam rentang waktu tertentu, telah diadakan sejumlah seri acara untuk membahas berbagai aspek pengembangan bioenergi. Melalui Bioshare Series #12, diharapkan seluruh pemangku kepentingan terkait di sektor bioenergi dapat memperluas pemahaman dan kontribusi mereka dalam pengembangan bahan bakar nabati demi mencapai kemandirian dan keberlanjutan energi nasional.