Kegiatan Deputi 4


Beranda | | Halaman Berita

Dokumentasi

Bincang Diskusi melalui Focus Group Discussion (FGD) “Kontribusi Panas Bumi dalam Mendukung Pencapaian NZE Indonesia Tahun 2060

Tanggal: 2023-10-19

Bincang Diskusi melalui Focus Group Discussion (FGD) “Kontribusi Panas Bumi dalam Mendukung Pencapaian NZE Indonesia Tahun 2060

Dalam upaya menjaga ketahanan energi dan mewujudkan ekonomi hijau di Indonesia, transisi energi menjadi salah satu fokus utama. Ini tercermin dalam acara Focus Group Discussion yang diadakan oleh Deputi Koordinasi Bidang Pengembangan Usaha BUMN, Riset, dan Inovasi dengan tema "Kontribusi Panas Bumi dalam Mendukung Pencapaian NZE (Net Zero Emission) Indonesia Tahun 2060" yang diselenggarakan di Hotel Hilton Bandung, Jawa Barat. Upaya transisi energi ini menggambarkan komitmen Indonesia untuk memperluas akses terhadap teknologi bersih yang terjangkau guna mendorong pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Saat ini, Pemerintah telah meningkatkan target Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional, dengan target mencapai 23% pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050. Tujuan dari Focus Group Discussion ini mencakup beberapa aspek, yaitu: (1) Memperoleh informasi mengenai kontribusi panas bumi dalam percepatan pencapaian NZE pada tahun 2060, (2) Memahami potensi panas bumi dan hidrogen dalam mendukung pencapaian NZE pada tahun 2060, (3) Mengetahui perkembangan teknologi dan inovasi terkait panas bumi di Indonesia, (4) Memperoleh masukan dan pembelajaran terkait pelaksanaan pemanfaatan panas bumi dan hidrogen di Indonesia. Focus Group Discussion melibatkan berbagai narasumber dan peserta yang memiliki peran penting dalam pengembangan energi panas bumi serta pencapaian tujuan NZE di Indonesia. Para narasumber terdiri dari pihak-pihak yang memiliki pengetahuan mendalam tentang pengembangan energi panas bumi di Indonesia, termasuk peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, dan Head of Policy, Government, and Public Affairs Department dari Star Energy Geothermal Wayang Windu Limited. Potensi panas bumi di Indonesia termasuk yang terbesar di dunia, dengan ratusan titik potensi yang tersebar di seluruh negeri. Menurut Rencana Umum Pembangunan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030, potensi panas bumi di Indonesia mencapai sekitar 29,544 gigawatt, dengan kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 2,356 gigawatt hingga tahun 2022. Targetnya adalah mencapai kapasitas terpasang PLTP sebesar 3,355 gigawatt hingga tahun 2030. Energi panas bumi dianggap sebagai energi bersih dan berkelanjutan yang memegang peran penting dalam upaya dekarbonisasi untuk mendukung energi bersih. Keberadaan fluida panas bumi yang didominasi oleh air dan uap air panas menjadikan potensi untuk pengembangan hidrogen. Potensi pasar untuk hidrogen hijau juga sangat besar. Selain digunakan sebagai bahan bakar dalam sektor transportasi, hidrogen ini dapat dimanfaatkan dalam industri petrokimia yang selama ini menggunakan hidrogen dengan jejak emisi yang lebih tinggi. Pemanfaatan panas bumi dan hidrogen dari panas bumi sejalan dengan prinsip dalam Bali Compact yang disepakati dalam Presidensi G20 Indonesia 2022, yang menekankan pentingnya diversifikasi sistem dan bauran energi serta penurunan emisi dari sumber energi. Dengan potensi panas bumi yang besar dan berkembang pesat di Indonesia, serta komitmen untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060, energi bersih dan inovasi dalam sektor panas bumi dan hidrogen menjadi kunci bagi masa depan berkelanjutan dan hijau. Semoga Focus Group Discussion ini menjadi landasan bagi langkah-langkah selanjutnya dalam mendukung pencapaian tujuan tersebut, dan Indonesia dapat menjadi contoh dalam transisi menuju energi bersih yang lebih baik bagi lingkungan dan ekonomi kita.