
Dokumentasi
Tanggal: 2023-11-30
Dalam upaya pemerintah melalui langkah konkrit konsepsi pengelolaan negara atas SDA dalam nilai tambah, investasi dan penerimaan negara. Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha BUMN, Riset dan Inovasi melakukan peninjauan area operasi dan aktivitas penambangan batubara PT Bukit Asam di Kabupaten Muara Enim, serta serta Focus Group Discussion “Hilirisasi Batubara Untuk Peningkatan Nilai Tambah, Investasi, Penerimaan Negara, Dan Daya Tahan Ekonomi” bertujuan untuk menyamakan persepsi dan optimalisasi pengawasan kegiatan penambangan serta kolaborasi dan sinergitas antar Kementerian/ Lembaga/ Daerah/ stakeholders terkait lainnya (K/L/D/S) dalam mengawasi pelaksanaan hilirisasi batubara nasional. Dalam konsen terhadap batubara yang selama ini telah menjadi andalan di Indonesia. Yang mana telah memberikan dampak yang signifikan dengan batubara telah menyumbang 3,6 persen dari PDB Nasional dan 11,4 persen penjualan ekspor yang menjadikan bidang cukup signifikan bagi ekonomi pertambangan Indonesia, namun dengan adanya transisi energi issue Net Zero Emission yang ada di global menyebabkan munculnya rencana lain bagaimananya untuk mempercepat monetisasi batubara supaya dapat mengejar NZE dan hal ini juga sejalan dengan hilirisasi batubara yang menjadi salah satu opsi bagi Perusahaan pertambangan untuk mendukung monetisasi batubara tersebut. Bapak Herry Permana selaku Asisten Deputi Migas, Pertambangan dan Petrokimia menyoroti potensi sumberdaya dan cadangan mineral dan batubara Indonesia yang cukup signifikan yang dimana telah menyumbang 2-3% dari total cadangan batubara dunia dengan sumberdaya 99 miliar ton update tahun 2022 serta cadangan 35 miliar ton yang mana merupakan bagian dari bahan baku yang dapat menjadi pembangunan industri nasional menuju Indonesia Emas 2045. Walaupun seperti yang telah kita ketahui bahwa untuk kebutuhan domestik dengan ketetapan yang terus terkuras setiap tahun menjadi tantangan dalam mencapai target NZE 2060. Pemerintah telah menetapkan langkah-langkah memenuhi kebutuhan tersebut seperti PLTU tidak lagi beroperasi dan mengharapkan terciptanya energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan nasional. Hilirisasi batubara sangat penting dikarenakan untuk menjadikan industri berkelanjutan tidak hanya dapat memperkuat nilai ekonomi tetapi juga penciptaan nilai tambah berupa lapangan pekerjaan dan juga berbagai inovasi. Selain peningkatan nilai tambah perusahaan juga harus melihat dapat menjadi ruang untuk investasi dikarenakan bahwa di Indonesia tidak bisa menutup diri bahwa pentingnya investor luar negeri maupun dalam negeri dalam membantu dalam pendanaan hilirisasi batubara. Diharapkan dengan adanya hilirisasi dapat menciptakan ekosistem yang baik sehingga menghasilkan hilirisasi batubara yang berkelanjutan dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, selain itu dengan adanya hilirisasi ini dapat menyubang pada kas negara sebagai penambahan pendapatan pemerintah.