
Dokumentasi
Tanggal: 2024-02-14
Dalam rangka menciptakan inovasi dan efisiensi dalam pengembangan usaha BUMN dan ekonomi yang berkelanjutan. Deputi III melakukan rangkaian acara Rapat Kerja penyusunan Rencana Strategis Teknokratik bersama dengan jajaran BUMN dan K/L lainnya, pada tanggal 21-22 Februari 2024 di Hotel Harris Sentul Bogor. Rapat Kerja dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama, paparan dari para narasumber (Kementerian BUMN dan Kementerian PPN/Bappenas. Untuk sesi kedua diisi dengan diskusi yang melibatkan BUMN-BUMN pada 5 (lima) sektor dari keasdepan di Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha BUMN Riset dan Inovasi, antara lain : sektor migas, pertambangan dan petrokimia, sektor agro,farmasi dan pariwisata, sektor jasa keuangan dan industri informasi, sektor utilitas dan industri manufaktur dan sektor niaga dan transportasi. Dalam paparan yang disampaikan Ibu Rossy dari Kementerian PPN/Bappenas menjelaskan bahwa Kondisi BUMN saat ini menunjukkan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Selama periode 2019-2022, BUMN terus meningkatkan kontribusinya terhadap penerimaan negara, sementara jumlah serapan tenaga kerja masih cukup besar meskipun mengalami penurunan pada tahun 2022. Capex BUMN juga memberikan kontribusi yang penting dalam periode 2010-2022. Selain itu, dari tahun 2016 hingga 2023, jumlah BUMN terus bertambah. Di samping itu, ada tiga sektor usaha di mana BUMN mendominasi pasar, menciptakan dampak besar dalam perekonomian nasional. Arah kebijakan BUMN dalam RPJPN 2025-2045 dan RPJMN 2025-2029 menekankan pentingnya peran BUMN dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Ini mencakup strategi besar 8/17/45 yang didasarkan pada Pancasila, dengan 8 agenda pembangunan, 17 arah pembangunan, dan 45 indikator yang menjadi sasaran utama. BUMN diharapkan memainkan peran kunci dalam transformasi Indonesia menuju visi tersebut melalui misi transformasi sosial, ekonomi, dan tata kelola. Selain itu, Kementerian Bappenas dalam paparannya yang disampaikan oleh bapak Ibnu beliau menyampaikan bahwa Perubahan pendekatan dalam pembangunan Indonesia dari "re-form" menuju "transform" menunjukkan arah baru yang lintas sektor dan lintas bidang, dengan kebijakan yang bersifat transformatif dan imperatif, didukung oleh indikator capaian yang terukur. Kerangka berpikir transformasi memperhatikan kondisi saat ini dengan mempertimbangkan megatrend global dan modal dasar yang dimiliki. Sasaran visi Indonesia Emas 2045 mencakup kontribusi PDB manufaktur hingga mencapai 28% pada tahun 2045, dengan misi pertama dalam transformasi sosial hingga kesinambungan pembangunan. Sasaran transformasi ekonomi Indonesia mencakup peluang untuk mencapai pertumbuhan rata-rata sebesar 7% pada tahun 2045, namun terdapat isu strategis seperti penurunan kontribusi manufaktur terhadap PDB, proporsi industri kecil dan menengah yang rendah, serta proporsi UKM yang masih lebih kecil dibandingkan negara-negara seperti Thailand atau Jerman. Strategi transformasi didasarkan pada analisis isu di daerah, seperti diagnosa pertumbuhan di Papua dan DKI Jakarta. Tantangan global jangka menengah juga akan dihadapi, termasuk kondisi global yang penuh ketidakpastian dan perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara maju. Melanjutkan sesi kedua yakni brainstorming bersama dengan para perwakilan BUMN yang hadir dari berbagai sektor yaitu sektor Migas, Pertambangan dan Petrokimia; Agro Farmasi dan Pariwisata; Jasa Keuangan dan Industri Informasi; Utilitas dan Industri Manufaktur; serta Sektor Niaga dan Transportasi. Dengan suasana yang terbuka dan kolaboratif, para perwakilan BUMN dari berbagai sektor berkumpul untuk melakukan sesi brainstorming dan diskusi dengan keasdepan di Deputi III. Dalam suasana yang kolaboratif, ide-ide segar dan solusi inovatif pun mulai bermunculan. Para peserta rapat berbagi pengalaman, tantangan yang dihadapi, serta gagasan untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi dalam operasional BUMN serta kontribusinya terhadap ekonomi yang berkelanjutan. Dengan fokus pada inovasi dan efisiensi, diharapkan rencana strategis yang dihasilkan tidak hanya akan memperkuat kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional, tetapi juga akan membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kunci kesuksesan terletak pada implementasi yang efektif dari rencana tersebut, dengan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil mendukung visi Indonesia Emas 2045 dan menyelaraskan dengan kerangka transformasi ekonomi yang ditetapkan. Dan dengan semangat kolaborasi yang kuat dan komitmen untuk berinovasi, diharapkan bahwa hasil dari Rapat Kerja ini akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara yang maju dan berkelanjutan.