
Dokumentasi
Tanggal: 2024-03-21
Efisiensi energi dan pengembangan energi ramah lingkungan memegang peran krusial pada transisi energi. Hal ini penting bagi perkembangan ekonomi dan keberlanjutan di Indonesia. Dengan mengoptimalkan penggunaan energi, negara dapat menghemat biaya, meningkatkan ketahanan energi, dan mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK). Hal ini sejalan dengan komitmen iklim global Indonesia, memitigasi dampak perubahan iklim, dan mendorong masa depan Indonesia yang lebih tangguh dan kompetitif. Dalam konteks korporat, efisiensi energi berperan menjaga kinerja keuangan sebuah perusahaan. Dengan menggunakan energi secara lebih efisien, perusahaan dapat menghemat biaya melalui pengurangan tagihan energi. Dari sisi operasional, BUMN perlu memastikan penggunaan sumber daya, termasuk energi, dilakukan secara efisien. Hal ini tidak hanya meningkatkan profitabilitas, tetapi juga memungkinkan alokasi dana yang lebih baik untuk pengembangan bisnis atau inovasi. Di tengah persaingan global, perusahaan yang mengadopsi kebijakan efisiensi dapat mengamankan posisi yang lebih kuat di pasar dan meningkatkan kinerja keuangan. Selaras dengan penerapan efisiensi energi pada BUMN, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Energy Transition Partnership – United Nations Office for Project Services (ETP UNOPS) melaksanakan FGD dengan tema “Penerapan Efisiensi Energi pada BUMN” di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta pada 21 Maret 2024. FGD ini diselenggarakan untuk mendorong dialog terkait upaya dan mekanisme efisiensi energi pada BUMN dalam rangka mendukung transisi energi di Indonesia. Acara tersebut melibatkan narasumber dan peserta yang berkaitan dengan kebijakan dan penerapan efisiensi energi, yakni Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, dan perusahaan BUMN yang telah mengimplementasikan upaya efisiensi energi, yakni PT Semen Indonesia (Persero) Tbk., PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, beserta dengan anak perusahaan masing-masing. BUMN mempunyai peranan yang sangat penting dalam mendorong terwujudnya ekonomi hijau di Indonesia. Di satu sisi, kiprah BUMN dalam beberapa sektor yang padat energi dan menghasilkan emisi yang tidak sedikit menjadi peluang yang sangat besar untuk berperan dalam percepatan transisi energi dari yang berbasis fosil ke sumber energi yang lebih berkelanjutan. Di sisi lain, kontribusi BUMN sebagai entitas bisnis yang dalam operasionalnya membutuhkan jumlah energi yang signifikan dapat dilakukan dengan melakukan upaya efisiensi, yang diharapkan dapat mengurangi emisi, menekan biaya operasional, dan meningkatkan citra BUMN sebagai institusi yang berkomitmen pada praktik bisnis berkelanjutan. BUMN yang bergerak di sektor industri manufaktur di Indonesia seperti PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. telah menunjukkan komitmen dalam mendukung terwujudnya ekonomi hijau dan pencapaian NZE 2060. Ke depannya, keduanya diharapkan dapat senantiasa menjadi pionir yang memimpin inisiatif penerapan upaya-upaya efisiensi energi dalam operasional bisnisnya.