
Dokumentasi
Tanggal: 2024-04-25
Pada tahun 2023, PT Len Industri yang merupakan Holding BUMN Industri Pertahanan (DEFEND ID) mendapatkan PMN yang diperuntukkan salah satunya untuk anak perusahaannya PT Dirgantara Indonesia (PT DI) sebagaimana ditetapkan melalui PP Nomor 62 Tahun 2023. PT DI menerima PMN sebesar Rp543 miliar yang dialokasikan pada 3 program strategis yaitu: a) pembangunan fasilitas produksi pesawat N219 (Rp356 miliar), b) peningkatan kapasitas produksi pesawat CN235 (Rp42 miliar), dan c) revitalisasi fasilitas pendukung produksi (Rp145 miliar). PT DI menjelaskan bahwa investasi pada Pembangunan Fasilitas Produksi N219 senilai Rp355,87 miliar dialokasikan untuk ekspansi hanggar FAL, Pembuatan dan pengadaan jig, platform dan peralatan FAL, Fasilitas Surface Treatment dan peningkatan kapasitas shop dan system otomatisasi dan IT. Investasi pembangunan fasilitas produksi N219 akan dilaksanakan dalam 3 tahun mulai 2024 sampai dengan akhir 2026. Lalu, pada program strategis lainnya adalah untuk investasi pada peningkatan kapasitas produksi CN235 senilai Rp41,88 miliar dialokasikan untuk melengkapi dan memperbaiki mesin-mesin produksi area Detail Part Manufacturing (DPM) dan pembuatan jig integrasi Center dan Rear Fuselage di area Major Assy. Investasi peningkatan kapasitas produksi CN235 dari 4 menjadi 5 pesawat/tahun akan dilaksanakan dalam 3 tahun mulai 2024 sampai dengan akhir 2026. Terakhir, yaitu investasi revitalisasi fasilitas pendukung produksi untuk memperbaiki sarana dan prasarana dengan nilai sebesar Rp144,97 miliar yang mendesak untuk dilakukan. Selain terkait realisasi penggunaan PMN diatas, Asisten Deputi Utilitas dan Industri Manufaktur, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha BUMN, Riset dan Inovasi juga melakukan monitoring kegiatan pengembangan yang telah dilakukan oleh PT DI. Produk-produk inovasi alutsista yang saat ini menjadi fokus pengembangan oleh PT DI antara lain adalah CN235 Light Gunship, CN235 Fire Fighting, dan UAV Medium Altitude Long Endurance (MALE) Elang Hitam. Saat ini, yang menjadi highlight adalah Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) UAV MALE Elang Hitam yang sudah siap untuk diujiterbangkan namun masih terkendala dalam pendanaannya. Kunjungan yang dilakukan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha BUMN, Riset dan Inovasi mendapatkan sambutan yang baik dari PT DI dan mereka berharap agar Kemenko Perekonomian selalu memberikan dukungannya melalui monitoring berkala penggunaan/pemanfaatan dana PMN yang sesuai dengan target PMN yang telah dikaji sebelumnya hingga tercapainya output baik sosial dan ekonomi serta dapat mengkoordinasi regulasi peraturan turunan untuk mengakomodir pemanfaatan produk-produk inovasi alutsista yang telah dihasilkan oleh perusahaan industri pertahanan.